You are reading tafsir of 3 ayahs: 108:1
to 108:3.
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan ber-kurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus." (Al-Kautsar: 1-3).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad a, seraya menganugerahkan karunia kepada beliau, ﴾ إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak," yakni kebaikan dan karunia yang banyak, yang di antaranya adalah sungai al-Kautsar[149] yang diberikan Allah سبحانه وتعالى kepadanya pada Hari Kiamat. Dan juga telaga yang panjangnya selama perjalanan sebu-lan dan luasnya selama perjalanan sebulan. Airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, jumlah gelasnya sejumlah bintang-bintang di langit dari segi banyak dan gemerlapnya. Siapa pun yang meminum satu kali tegukan dari air telaga ini, maka tidak akan haus selamanya.[150]
(2) Dan setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan karunia yang diberi-kan padanya, Allah سبحانه وتعالى menyuruhnya untuk bersyukur seraya ber-firman, ﴾ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ ﴿ "Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkurbanlah." Allah سبحانه وتعالى menyebut dua ibadah ini secara khusus karena keduanya merupakan ibadah paling utama dan amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى yang paling mulia. Di samping itu karena shalat mencakup ketundukan hati dan raga kepada Allah سبحانه وتعالى dan mendorong orang untuk melakukan berbagai macam ibadah, dan dalam berkurban terdapat nilai pendekatan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dengan sembelihan paling baik yang dimiliki seseorang dan mengeluarkan harta yang secara fitrah amat dicintai dan dijaga oleh jiwa.
(3) ﴾ إِنَّ شَانِئَكَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu," yaitu orang yang tidak suka, mencela dan menghinamu, ﴾ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ ﴿ "dialah yang terputus," yakni, terputus dari semua kebaikan, terputus amal dan reputasi (nama) baiknya. Sementara Muhammad a adalah sosok yang benar-benar sempurna yang memiliki kesem-purnaan yang membuat manusia mengagungkan sebutannya dan banyak penolong serta pengikutnya, a.