Tafsir As-Saadi - Indonesian

Multiple Ayahs

Tags

Download Links

Tafsir As-Saadi - Indonesian tafsir for Surah Al-Waqi'ah — Ayah 39

وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ٢٧ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ٢٨ وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ٢٩ وَظِلّٖ مَّمۡدُودٖ ٣٠ وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ ٣١ وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ ٣٢ لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ ٣٣ وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ ٣٤ إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ ٣٥ فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا ٣٦ عُرُبًا أَتۡرَابٗا ٣٧ لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ٣٨ ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ ٣٩ وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ٤٠

"Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terben-tang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami men-ciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian." (Al-Waqi'ah: 27-40).

(27-34) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa yang telah Dia persiapkan bagi golongan kanan seraya berfirman, ﴾ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu," maksudnya kedudukan dan kondisi mereka amatlah agung, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ ﴿ "berada di antara pohon bidara yang tidak berduri," mak-sudnya tidak memiliki duri dan ranting yang tidak enak dipandang lagi membahayakan, dan digantikan di tempat tersebut dengan buah yang baik (lezat dan bermanfaat). Dan pohon bidara itu me-miliki keistimewaan, yakni pohonnya yang sangat rindang nan teduh dan biasa digunakan sebagai tempat beristirahat. ﴾ وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ ﴿ "Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)." اَلطَّلْحُ adalah se-buah pohon yang telah dikenal di kalangan masyarakat, yaitu po-hon besar yang biasanya didapati di daerah pedalaman yang pada pelepahnya tersusun buahnya yang enak dan lezat. ﴾ وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ ﴿ "Dan air yang tercurah," maksudnya di dalam surga banyak didapati mata air dan sungai-sungai yang mengalir terus menerus. ﴾ وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ 32 لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ 33 ﴿ "Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak ber-henti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya," maksudnya, buah-buahan tersebut tidaklah seperti yang ada di dunia, di mana dalam waktu tertentu akan berhenti berbuah dan tidak bisa dipetik, arti-nya tidak mudah bagi orang yang ingin menikmatinya (setiap kali mau). Akan tetapi buah-buahan di surga itu akan selalu ada dan dapat dipetik dari dekat, di mana seorang hamba penghuni surga akan dapat mengambilnya dalam keadaan apa pun. ﴾ وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ ﴿ "Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk" yakni memiliki ketebalan (ketinggian) yang melebihi semua kasur yanga ada (di dunia), dan kasur-kasur tersebut terbuat dari sutra, emas dan mutiara, serta dari sesuatu yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah سبحانه وتعالى.
(35-38) ﴾ إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan me-reka (bidadari-bidadari) dengan langsung," maksudnya bahwa Kami menciptakan wanita-wanita penghuni surga dengan penciptaan yang tidak seperti penciptaan di dunia, yakni penciptaan sempurna yang tidak akan mengalami kefanaan. ﴾ فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا ﴿ "Dan Kami jadi-kan mereka gadis-gadis perawan," baik yang masih kecil maupun yang sudah dewasa dari mereka, dan keumuman itu mencakup para bidadari dan para wanita penghuni surga, dan bahwasanya sifat tersebut –yakni perawan– selalu menyertai mereka dalam segala keadaan mereka, sebagaimana keberadaan mereka yang ﴾ عُرُبًا أَتۡرَابٗا ﴿ "penuh cinta lagi sebaya umurnya," dan (sifat itu) selalu menyertai mereka dalam segala keadaan. اَلْعُرُبُ adalah seorang wanita yang dicintai oleh suaminya karena keindahan perkataan dan bentuk tubuhnya serta riang, cantik dan penuh kasih, dia adalah wanita yang jika berbicara mempesona, sehingga orang yang mendengar-kan tidak ingin perkataannya berhenti, terlebih lagi ketika mereka mendendangkan nyanyian dengan suara mereka yang sangat merdu. Dan jika melihat kepada adab, kepribadian, dan keriangan, maka semua itu akan memenuhi hati suaminya dengan kegembira-an dan kebahagiaan. Jika ia berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maka tempat tersebut akan dipenuhi dengan aroma harum dan cahaya indah. Dan suasana riang itu juga termasuk ketika berhubungan badan. Sedangkan اَلْأَتْرَبُ adalah para wanita yang memiliki umur sebaya, yaitu umur tiga puluh tiga tahun, yang mana merupakan usia paling diharapkan dan batas maksimal masa muda. Jadi wanita-wanita para penghuni surga itu penuh cinta lagi sebaya umurnya, memiliki keserasian dan keharmonisan, serta tidak bersedih dan tidak membuat sedih, akan tetapi mereka adalah para wanita yang selalu bahagia dan membahagiakan, senang dan menyenangkan serta enak untuk selalu dipandang. ﴾ لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan," maksudnya bahwa para bidadari itu dipersiapkan dan disediakan untuk mereka, para penghuni surga.
(39-40) ﴾ ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ 39 وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ ﴿ "(Yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian," maksudnya golongan kanan itu adalah sejumlah besar dari orang-orang terdahulu dan sejumlah besar dari orang-orang yang kemudian.