Tafsir As-Saadi - Indonesian

Multiple Ayahs

Tags

Download Links

Tafsir As-Saadi - Indonesian tafsir for Surah As-Saf — Ayah 14

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ تِجَٰرَةٖ تُنجِيكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ ١٠ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٰلِكُمۡ وَأَنفُسِكُمۡۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ١١ يَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ وَيُدۡخِلۡكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةٗ فِي جَنَّٰتِ عَدۡنٖۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١٢ وَأُخۡرَىٰ تُحِبُّونَهَاۖ نَصۡرٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَتۡحٞ قَرِيبٞۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٣ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّـۧنَ مَنۡ أَنصَارِيٓ إِلَى ٱللَّهِۖ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِۖ فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٞ مِّنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٞۖ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ ١٤

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjuk-kan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga 'Adn. Itulah keberun-tungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (wak-tunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah, sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?' Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, 'Kamilah peno-long penolong agama Allah!,' lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan ke-kuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang." (Ash-Shaf: 10-14).

(10) Ini adalah wasiat, petunjuk, dan arahan dari Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Pemurah di antara para pemurah terhadap para hamba-hambaNya yang beriman, kepada bisnis terbesar, tuntutan paling luhur dan tujuan paling tinggi, yang jika didapat, akan menyela-matkan dari azab yang pedih dan mendapatkan kenikmatan abadi. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kata penawaran yang menunjukkan bahwa hal ini adalah sesuatu yang diinginkan oleh orang yang bersabar dan yang berakal.
(11) Seolah-olah ada yang bertanya, "Transaksi apa yang ni-lainya sedemikian besar?" Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ﴿ "(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya," sebagaimana diketahui bahwa keimanan yang sempurna adalah membenarkan dengan bulat terhadap perintah Allah سبحانه وتعالى dengan cara membenarkannya yang mengharuskan untuk diamalkan oleh anggota badan. Dan yang paling utama adalah berjihad di jalanNya, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَتُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٰلِكُمۡ وَأَنفُسِكُمۡۚ ﴿ "Dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu," dengan mencurahkan diri dan nyawa kalian untuk menyerang musuh Islam dengan maksud untuk menolong agama Allah سبحانه وتعالى dan meninggikan kalimatNya. Kalian mengeluarkan dana semampu kalian untuk tujuan itu meski hal itu tidak disukai dan terasa berat bagi jiwa, tapi jihad ﴾ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ﴿ "itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya." Dalam jihad terdapat kebaikan dunia seperti kemenangan dari musuh, kemuliaan yang menafikan kerendahan, keleluasaan rizki, dan ke-lapangan dada. Sedangkan kebaikan akhirat adalah mendapatkan pahala Allah سبحانه وتعالى dan selamat dari siksaNya.
(12) Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan pahala di akhirat seraya berfirman, ﴾ يَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ ﴿ "Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu," mencakup dosa-dosa kecil dan dosa-dosa besar, karena beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan berjihad di jalanNya bisa menghapus dosa meski dosa besar. ﴾ وَيُدۡخِلۡكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ﴿ "Dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai," mak-sudnya, di bawah tempat tinggal, istana, ruangan kamar, dan pe-pohonannya mengalir sungai-sungai yang bersumber dari air yang rasa, aroma, dan warnanya tidak berubah, sungai-sungai dari susu yang rasanya tidak berubah, sungai dari khamar nikmat untuk me-reka yang meminumnya, dan sungai dari madu murni, dan mereka mendapatkan berbagai macam buah-buahan. ﴾ وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةٗ فِي جَنَّٰتِ عَدۡنٖۚ ﴿ "Dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di Surga 'Adn." Maksudnya, mencakup segala kebaikan berupa ketinggian, indah-nya bangunan dan perhiasan, hingga para penghuni kamar peng-huni surga tertinggi dapat dilihat oleh seluruh penduduk surga, laksana bintang gemerlap yang dapat dilihat di ufuk langit timur dan barat. Bahkan bangunan surga ada yang berasal dari batu bata emas, ada juga yang berbatu bata perak dan marmernya terbuat dari mutiara dan mutu manikam. Sebagian rumah di surga terbuat dari mutiara dengan berbagai warna-warni. Karena begitu cerah-nya, sisi dalam dapat dilihat dari luar dan sebaliknya. Di dalam surga terdapat kebaikan dan keindahan yang tidak dapat dilukis-kan oleh siapa pun dan tidak pernah terlintas di hati satu makhluk pun dari seluruh alam. Mereka tidak akan bisa mengangankannya hingga mereka melihatnya, menikmati keindahannya, dan menye-jukkan mata mereka. Dalam kondisi seperti itu andai Allah سبحانه وتعالى tidak menciptakan penghuni surga secara sempurna dan tidak kekal, tentu hampir saja mereka mati karena terlalu bahagia. Mahasuci Dzat yang tidak ada satu pun makhlukNya yang bisa menghitung pujian untukNya. Tapi Dia adalah seperti yang Dia puji DiriNya sendiri dan di atas pu-jian seluruh makhluk. Mahasuci Allah Yang Mahaluhur lagi Indah yang menciptakan tempat kenikmatan. Menciptakan keluhuran dan keindahan di dalamnya yang membuat akal semua makhluk terpana dan tertarik hatinya. Mahatinggi Allah Yang bagiNya hikmah sempurna yang seandainya memperlihatkan surga pada para hambaNya hingga mereka melihat apa saja yang terdapat di dalamnya, tentu tidak ada seorang pun yang akan ketinggalan dan tentu tidak ada seorang pun yang mau hidup di dunia yang kenikmatannya dicampuri kepedihan dan kesenangannya dicam-puri kesengsaraan. Surga tersebut dinamakan 'Adn karena peng-huninya menempatinya dan tidak keluar selamanya, serta tidak ingin mencari ganti. Itulah balasan besar dan pahala yang indah yang merupakan suatu keberuntungan besar tanpa tandingan. Dan inilah balasan akhirat.
(13) Adapun pahala duniawi untuk transaksi ini disebutkan oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ وَأُخۡرَىٰ تُحِبُّونَهَاۖ ﴿ "Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai," yakni, terdapat hal lain yang kalian peroleh yang kalian sukai yaitu, ﴾ نَصۡرٞ مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "pertolongan dari Allah" untuk kalian atas musuh-musuh kalian. Dengan kemenangan itu kalian mendapatkan kejayaan dan kesenangan, ﴾ وَفَتۡحٞ قَرِيبٞۗ ﴿ "dan kemenangan yang dekat (waktunya)." Dengan kemenangan ini kawasan Islam se-makin meluas dan rizki yang luas pun didapat. Ini adalah balasan bagi orang-orang Mukmin yang berjihad. Adapun kaum Mukminin yang tidak berjihad manakala yang lainnya berjihad, Allah سبحانه وتعالى tidak membuat mereka berputus asa dari karunia dan kebaikanNya, tapi Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman." Maksudnya, dengan pahala yang langsung di dunia dan tertunda di akhirat. Masing-masing men-dapatkan pahala berdasarkan keimanannya, meski mereka tidak mencapai tingkatan para mujahid yang berjuang di jalan Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana yang disabdakan Nabi a, مَنْ رَضِيَ بِاللّٰهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ. فَعَجِبَ لَهَا أَبُوْ سَعِيْدٍ فَقَالَ: أَعِدْهَا عَلَيَّ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ، فَأَعَادَهَا مَا عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ: وَأُخْرَى يُرْفَعُ بِهَا الْعَبْدُ مِائَةَ دَرَجَةٍ فِي الْجَنَّةِ، مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، قَالَ: وَمَا هِيَ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ، الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ. "Barangsiapa yang rela Allah menjadi Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai rasul, maka wajib baginya surga." Abu Sa'id al-Khudri (perawi hadits ini) merasa takjub seraya berkata, "Ulangi lagi untukku wahai Rasulullah!" Rasulullah a pun mengulanginya untuknya kemudian bersabda, "Dan lainnya, seorang hamba diangkat dengannya seratus tingkat di surga, antara masing-masing tingkatan sejarak antara langit dan bumi." Abu Sa'id bertanya, "Apa itu wahai Rasulullah?" Rasulullah a menjawab, "Jihad di jalan Allah, jihad di jalan Allah." (HR. Muslim).[119]
(14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah," yaitu dengan perkataan dan perbuatan dengan cara mene-gakkan agama Allah سبحانه وتعالى serta gigih dalam menyebarkannya pada orang lain dan memerangi mereka yang menentang dan menolak-nya dengan raga dan harta. Memerangi orang yang menolong kebatilan yang dikiranya sebagai ilmu dan menolak kebenaran dengan cara meruntuhkan hujjahnya dan waspada terhadapnya. Termasuk menolong agama Allah سبحانه وتعالى adalah mempelajari kitab Allah سبحانه وتعالى dan Sunnah RasulNya serta mengajarkannya dan mendorong orang lain untuk mempelajari kitab Allah سبحانه وتعالى dan Sunnah RasulNya serta mengajarkannya serta memerintahkan kebaikan dan men-cegah kemungkaran. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mendorong orang-orang yang beriman agar meneladani orang-orang shalih sebelumnya seraya berfirman, ﴾ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّـۧنَ مَنۡ أَنصَارِيٓ إِلَى ٱللَّهِۖ ﴿ "Sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?'" Mak-sudnya, Nabi Isa عليه السلام berkata kepada mereka seraya mengingatkan siapa yang menolongnya dan tegak bersamanya untuk menolong agama Allah سبحانه وتعالى, masuk dan keluar bersamaku. Para pengikut-pengikutnya yang setia bersegera dan berkata, ﴾ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِۖ ﴿ "Kamilah penolong-penolong agama Allah!" Nabi Isa عليه السلام pun menunaikan pe-rintah Allah سبحانه وتعالى dan menolong agamaNya bersama penolong-peno-longnya yang setia. ﴾ فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٞ مِّنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Maka segolongan dari Bani Israil beriman," karena seruan Nabi Isa dan penolong-penolongnya yang setia, ﴾ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٞۖ ﴿ "dan segolongan (yang lain) kafir," dari kalangan mereka dengan tidak tunduk pada seruan Isa dan para penolong-nya. Kemudian orang-orang Mukmin memerangi orang-orang kafir, ﴾ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ ﴿ "maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka," maksudnya, Kami kuatkan mereka dan Kami memberikan kemenangan bagi mereka atas musuh-musuh mereka, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ ﴿ "lalu mereka menjadi orang-orang yang menang" atas mereka dan menundukkan mereka. Dan kalian wahai umat Muhammad! Jadilah penolong Allah سبحانه وتعالى dan penyeru agamaNya, niscaya Allah سبحانه وتعالى akan menolong kalian seba-gaimana Allah سبحانه وتعالى menolong orang-orang sebelum kalian dan me-menangkan kalian dari musuh-musuh kalian.

Selesailah tafsir Surat ash-Shaf. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى se-mata, Rabb semesta alam.