Tafsir As-Saadi - Indonesian

Multiple Ayahs

Tags

Download Links

Tafsir As-Saadi - Indonesian tafsir for Surah Al-Jinn — Ayah 12

وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن نُّعۡجِزَ ٱللَّهَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَن نُّعۡجِزَهُۥ هَرَبٗا ١٢ وَأَنَّا لَمَّا سَمِعۡنَا ٱلۡهُدَىٰٓ ءَامَنَّا بِهِۦۖ فَمَن يُؤۡمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخۡسٗا وَلَا رَهَقٗا ١٣ وَأَنَّا مِنَّا ٱلۡمُسۡلِمُونَ وَمِنَّا ٱلۡقَٰسِطُونَۖ فَمَنۡ أَسۡلَمَ فَأُوْلَٰٓئِكَ تَحَرَّوۡاْ رَشَدٗا ١٤

"Dan kami mengetahui, bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (dari)Nya dengan lari. Dan kami tatkala mendengarkan petunjuk (al-Qur`an) ter-sebut, kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Rabbnya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. Dan di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus." (Al-Jin: 12-14).

(12) Maksudnya, dan bahwasanya kami saat sekarang ini, telah jelas bagi kami akan sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan lemah-nya kami. Ubun-ubun kami berada di Tangan Allah سبحانه وتعالى. Karena itu sekali-kali kami tidak akan dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah سبحانه وتعالى di muka bumi, sekali-kali pula tidak dapat melepaskan diri dariNya dan menguasakan berbagai sebab untuk dapat lari serta terlepas dari KuasaNya. Tidak ada tempat berlindung kecuali kepadaNya.
(13) ﴾ وَأَنَّا لَمَّا سَمِعۡنَا ٱلۡهُدَىٰٓ ﴿ "Dan kami tatkala mendengarkan petun-juk (al-Qur`an) tersebut," yakni, al-Qur`an yang mulia yang menun-jukkan ke jalan yang lurus, kami mengetahui petunjuknya, mem-pengaruhi hati kami dan kami beriman padanya. Selanjutnya para jin menyebutkan apa yang mendorong orang beriman, ﴾ فَمَن يُؤۡمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخۡسٗا وَلَا رَهَقٗا ﴿ "Barangsiapa beriman kepada Rabbnya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan," yakni, siapa pun yang beriman kepadaNya de-ngan benar, pahalanya tidak akan dikurangi dan tidak akan disakiti oleh apa pun. Ketika selamat dari keburukan, ia mendapatkan ke-baikan. Iman adalah faktor yang mendorong untuk mendapatkan berbagai kebaikan dan menafikan segala keburukan.
(14) ﴾ وَأَنَّا مِنَّا ٱلۡمُسۡلِمُونَ وَمِنَّا ٱلۡقَٰسِطُونَۖ ﴿ "Dan di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebe-naran," yakni lalim dan menyimpang dari jalan yang haq, ﴾ فَمَنۡ أَسۡلَمَ فَأُوْلَٰٓئِكَ تَحَرَّوۡاْ رَشَدٗا ﴿ "barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus," artinya mereka menempuh jalan lurus yang menghantarkan mereka ke surga dengan segala kenikmatannya.