Tafsir As-Saadi - Indonesian

Multiple Ayahs

Tags

Download Links

Tafsir As-Saadi - Indonesian tafsir for Surah Al-Insan — Ayah 1

هَلۡ أَتَىٰ عَلَى ٱلۡإِنسَٰنِ حِينٞ مِّنَ ٱلدَّهۡرِ لَمۡ يَكُن شَيۡـٔٗا مَّذۡكُورًا ١ إِنَّا خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن نُّطۡفَةٍ أَمۡشَاجٖ نَّبۡتَلِيهِ فَجَعَلۡنَٰهُ سَمِيعَۢا بَصِيرًا ٢ إِنَّا هَدَيۡنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرٗا وَإِمَّا كَفُورًا ٣

"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat dise-but? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan pe-rintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir." (Al-Insan: 1-3).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1) Dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi di masa awal, pertengahan, dan akhir manusia. Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa manusia telah melewati masa yang panjang sebelum keberadaan-nya pada saat manusia belum ada, bahkan belum dikenal.
(2) Selanjutnya pada saat Allah سبحانه وتعالى hendak menciptakan manusia, Allah سبحانه وتعالى menciptakan bapak moyang manusia, Adam عليه السلام, dari sari pati tanah. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjadikan keturunannya berseling-seling, ﴾ مِن نُّطۡفَةٍ أَمۡشَاجٖ ﴿ "dari setetes mani yang bercampur," yaitu dari air hina lagi menjijikkan, ﴾ نَّبۡتَلِيهِ ﴿ "yang Kami hendak meng-ujinya (dengan perintah dan larangan)" dengan hal itu, agar Kami mengetahui apakah manusia mengetahui dan memahami kondisi pertamanya tersebut ataukah ia melupakannya dan tertipu oleh dirinya? Kemudian Allah سبحانه وتعالى menciptakannya dan memberinya kekuatan lahir dan batin, seperti pendengaran, penglihatan, dan seluruh anggota badan. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyempurnakannya yang memungkinkannya mencapai tujuan-tujuannya.
(3) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى mengutus para rasul untuknya dan menurunkan kitab suci kepadanya serta menunjukkannya pada jalan yang menghantarkannya kepada Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menjelas-kan, menganjurkan, dan memberitahukan dengan perangkat-pe-rangkat yang ada dalam dirinya yang bisa menghantarnya kepada Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى juga memberitahukan apa-apa yang akan diper-olehnya bila ia menempuh jalan tersebut dan mengujinya dengan hal itu. Selanjutnya manusia terbagi menjadi tipe yang bersyukur atas nikmat Allah سبحانه وتعالى yang diberikan padanya dengan menunaikan kewajiban-kewajiban yang dibebankan Allah سبحانه وتعالى padanya dan tipe manusia yang kufur terhadap nikmat Agama dan dunia yang di-berikan padanya. Manusia tipe ini menolaknya dan kufur terhadap Rabbnya serta menempuh jalan yang mengantarnya menuju kebi-nasaan. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kedua golongan tersebut pada saat pembalasan nanti seraya berfirman,