Indoniesua Al-Mukhtasar in Interpreting the Noble Quran
2:26 - 2:26

Sesungguhnya Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- tidak malu untuk membuat perumpamaan-perumpamaan yang dikehendaki-Nya. Sebab itu, Allah membuat perumpamaan berupa nyamuk atau sesuatu yang lebih besar atau yang lebih kecil dari itu. Lalu manusia terbelah menjadi dua golongan dalam menyikapinya, yaitu golongan mukmin dan golongan kafir. Orang-orang mukmin percaya dan yakin bahwa di balik perumpamaan itu pasti ada hikmah tertentu, sedangkan orang-orang kafir justru bertanya-tanya dengan nada sinis tentang alasan Allah membuat perumpamaan berupa makhluk-makhluk yang remeh-temeh, seperti nyamuk, lalat, laba-laba dan lain-lain. Kemudian jawaban datang dari Allah, yaitu bahwa dalam perumpamaan-perumpamaan itu terdapat petunjuk, bimbingan dan ujian bagi manusia. Lalu ada orang-orang yang disesatkan Allah melalui perumpamaan-perumpamaan itu karena mereka enggan merenungkannya, dan golongan ini sangat banyak. Namun, ada orang-orang yang Allah berikan petunjuk ke jalan yang benar karena mereka mau mengambil pelajaran dari perumpamaan-perumpamaan tersebut, dan jumlah mereka juga sangat banyak. Allah hanya menyesatkan orang-orang yang memang layak untuk tersesat, yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah, seperti orang-orang munafik.