Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah ialah Islam, yaitu ketundukan kepada Allah semata dengan menunjukkan ketaatan dan kepasrahan kepada-Nya melalui ibadah dan keimanan kepada semua rasul hingga rasul penutup, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang menjadi penutup seluruh risalah sehingga tidak ada syariat yang bisa diterima kecuali syariatnya. Tidaklah orang-orang Yahudi dan Nasrani itu berselisih paham dan berpecah belah tentang agama mereka kecuali setelah mereka mendapatkan pengetahuan tentang hal itu karena dorongan rasa dengki dan rakus terhadap kekayaan duniawi. Barang siapa yang kafir kepada ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, sesungguhnya Allah Mahacepat penghitungan-Nya bagi orang yang kafir kepada-Nya dan mendustakan rasul-rasul-Nya.