Dialah yang telah menciptakan kalian -wahai kaum laki-laki dan wanita- dari satu jiwa, yaitu Adam -‘alaihissalām-. Lalu dari Adam -‘alaihissalām- itulah Dia menciptakan istrinya, Hawa. Dia menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam agar ia merasa damai dan tenteram di sisi istrinya. Lalu tatkala seorang suami mencampuri istrinya ia pun mengandung dengan kondisi kehamilan yang ringan sehingga ia tidak merasakannya karena masih pada fase awal kehamilannya. Dalam kondisi kehamilan seperti itu ia terus beraktivitas seperti biasa tanpa kendala. Kemudian tatkala ia merasa berat dengan kehamilannya karena perutnya yang terus membesar keduanya memanjatkan doa kepada Tuhan mereka berdua seraya berkata, “Sungguh, jika Engkau -ya Tuhan kami- memberi kami anak dengan fisik yang baik dan sempurna niscaya kami benar-benar akan bersyukur atas segala nikmat yang Engkau berikan kepada kami.”