Apakah orang yang menaati Allah, dia menghabiskan malamnya untuk sujud kepada Tuhannya dan berdiri untuk-Nya, dia takut kepada azab akhirat, dan berharap rahmat dari Tuhannya adalah yang lebih baik ataukah orang kafir yang menyembah Allah dalam kondisi kesulitan kemudian kafir kepada-Nya dan mengangkat sekutu-sekutu bagi-Nya ketika berada dalam kondisi kemudahan?! Katakanlah -wahai Rasul-, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui apa yang Allah wajibkan atas mereka karena mereka mengetahui Allah dengan orang-orang yang tidak mengetahui apa pun tentang hal itu?!” Yang mengetahui perbedaan di antara dua golongan ini hanyalah orang-orang yang berakal lurus.