Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari1.
Footnotes
[1]
Karena hebatnya suasana hari berbangkit itu, mereka merasa bahwa hidup di dunia adalah sebentar saja.