Tafsir As-Saadi - Indonesian

Multiple Ayahs

Tags

Download Links

Tafsir As-Saadi - Indonesian tafsir for Surah Saba — Ayah 38

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا فِي قَرۡيَةٖ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتۡرَفُوهَآ إِنَّا بِمَآ أُرۡسِلۡتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ ٣٤ وَقَالُواْ نَحۡنُ أَكۡثَرُ أَمۡوَٰلٗا وَأَوۡلَٰدٗا وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ٣٥ قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٦ وَمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُم بِٱلَّتِي تُقَرِّبُكُمۡ عِندَنَا زُلۡفَىٰٓ إِلَّا مَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ جَزَآءُ ٱلضِّعۡفِ بِمَا عَمِلُواْ وَهُمۡ فِي ٱلۡغُرُفَٰتِ ءَامِنُونَ ٣٧ وَٱلَّذِينَ يَسۡعَوۡنَ فِيٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ ٣٨ قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥۚ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ٣٩

"Dan tidaklah Kami mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, 'Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.' Dan mereka berkata, 'Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak, kami sekali-kali tidak akan diazab.' Katakanlah, 'Sesungguhnya Rabbku me-lapangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya dan menyempit-kan, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.' Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka-lah itu yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan amal yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi. Dan orang-orang yang berusaha me-nentang ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat meng-gagalkan, mereka itu dimasukkan ke dalam azab. Katakanlah, 'Sesungguhnya Rabbku melapangkan rizki bagi siapa yang dikehen-dakiNya dari hamba-hambaNya dan menyempitkan.' Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya." (Saba`: 34-39).

(34) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang keadaan umat-umat terdahulu yang mendustakan para Rasul, keadaannya seperti keadaan orang-orang yang mendustakaan Rasul mereka saat ini, yaitu Muhammad a; dan bahwa Allah, apabila mengutus seorang Rasul di salah satu kota, maka kaum yang hidup mewah di negeri itu mendustakannya, kemewahan yang mereka miliki membuat mereka congkak dan mereka berbangga-bangga dengannya.
(35) ﴾ وَقَالُواْ نَحۡنُ أَكۡثَرُ أَمۡوَٰلٗا وَأَوۡلَٰدٗا ﴿ "Dan mereka berkata, 'Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak'," maksudnya, lebih banyak daripada orang-orang yang mengikuti kebenaran, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ﴿ "dan kami sekali-kali tidak akan diazab." Pertama, kami tidak akan dihidupkan kembali; dan jika kami dihidupkan kembali, maka Tuhan yang telah memberi kami harta kekayaan dan anak-anak di dunia akan memberi kami lebih banyak lagi di akhirat kelak dan Dia tidak akan menyiksa kami.
(36) Mereka dijawab oleh Allah سبحانه وتعالى, bahwa dilapangkan atau disempitkannya rizki itu bukan bukti atas apa yang kalian klaim, sebab sesungguhnya rizki itu di bawah kendali masyi`ah (kehendak) Allah. Jika Dia berkehendak, maka Dia melapangkan-nya dan jika Dia berkehendak lain, maka Dia menyempitkannya.
(37) Bukan harta benda dan anak-anak ﴾ بِٱلَّتِي ﴿ "yang" men-dekatkan kamu kepada Allah ﴾ زُلۡفَىٰٓ ﴿ "sedekat-dekatnya." Sesung-guhnya yang mendekatkan kepadaNya adalah kedekatan iman kepada ajaran yang dibawa oleh para Rasul dan amal shalih yang merupakan konsekuensi iman. Maka orang-orang seperti ini men-dapatkan balasan di sisi Allah سبحانه وتعالى dengan berlipat-lipat ganda, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, dan dilipatgandakan dengan banyak yang jumlahnya hanya Allah semata yang mengetahui, ﴾ وَهُمۡ فِي ٱلۡغُرُفَٰتِ ءَامِنُونَ ﴿ "dan mereka aman sen-tosa di tempat-tempat yang tinggi," maksudnya, mereka berada pada kedudukan-kedudukan yang sangat tinggi sekali, mereka tinggal di dalamnya dengan rasa tenang. Mereka aman dari hal-hal yang mencemarkan dan menyengsarakan, karena kelezatan dan berbagai hal yang menyenangkan yang ada di dalamnya, dan aman dari (bahaya) keluar darinya serta dari rasa sedih.
(38) Sedangkan orang-orang yang berusaha untuk mele-mahkan ayat-ayat Kami dengan maksud mengalahkan Kami dan Rasul Kami serta mendustakan, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ ﴿ "mereka itu dimasukkan ke dalam azab."
(39) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengulangi bahwa Dia, ﴾ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥۚ ﴿ "melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya dan menyempitkannya," agar mengakibatkan FirmanNya berikut ini, ﴾ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ ﴿ "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan," nafkah yang wajib atau yang sunnah kepada ke-rabat dekat, tetangga, orang miskin, anak yatim atau lain-lainnya, ﴾ فَهُوَ ﴿ "maka Dia" سبحانه وتعالى ﴾ يُخۡلِفُهُۥۖ ﴿ "akan menggantinya," maka jangan kalian berpraduga salah bahwa berinfak itu termasuk hal yang dapat mengurangi rizki. Malah Allah (Dzat Yang melapangkan rizki kepada siapa yang dikehendakiNya dan menyempitkan) menjanjikan akan memberi ganti untuk orang yang b e r i n f a k ﴾ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ﴿ "dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya," maka mintalah rizki kepadaNya dan berusahalah dengan menggunakan cara-cara yang diperintahkanNya kepada kalian.