You are reading tafsir of 4 ayahs: 38:17
to 38:20.
"Dan ingatlah hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuat-an; sesungguhnya dia amat taat. Sesungguhnya Kami menunduk-kan gunung-gunung untuk bertasbih bersamanya di waktu petang dan pagi, dan burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaan-nya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan." (Shad: 18-20).
(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى memerintah RasulNya untuk bersabar dalam menghadapi kaumnya, Dia memerintah beliau untuk memo-hon pertolongan dalam bersabar tersebut dengan beribadah hanya kepada Allah saja dan mengingat-ingat keadaan para ahli ibadah, sebagaimana dikatakanNya di dalam ayat yang lain, ﴾ فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَقَبۡلَ غُرُوبِهَاۖ ﴿ "Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertas-bihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (Thaha: 130). Dan di antara ahli ibadah yang teragung adalah Nabiyullah Dawud عليه السلام, yang ﴾ ذَا ٱلۡأَيۡدِۖ ﴿ "mempunyai kekuatan," maksudnya, ke-kuatan yang sangat besar untuk beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى yang terdapat pada jasad dan dalam hatinya, ﴾ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ﴿ "sesungguhnya dia amat taat," maksudnya, selalu kembali kepada Allah dalam segala permasalahannya dengan inabah kepadaNya, mencintai, meng-hambakan diri, takut, berharap dan selalu merendahkan diri dan berdoa kepadaNya; selalu kembali kepadaNya di kala terlanjur melakukan kekeliruan dengan cara menghentikan kesalahan itu dan bertaubat dengan sebenarnya.
(18-19) Di antara kesungguhan inabah dan ibadahnya ke-pada Rabbnya adalah, Allah menundukkan gunung-gunung untuk turut bertasbih bersamanya dengan memuji Rabbnya, ﴾ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِشۡرَاقِ ﴿ "di waktu petang dan pagi," pada waktu menjelang siang dan men-jelang malam, ﴾ وَ﴿ "dan" Allah juga menundukkan ﴾ وَٱلطَّيۡرَ مَحۡشُورَةٗۖ ﴿ "burung-burung dalam keadaan terkumpul" yakni bergerombolan dan terhimpun. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Masing-masing," baik gunung maupun burung ﴾ لَّهُۥٓ ﴿ "kepadaNya" kepada Allah سبحانه وتعالى ﴾ أَوَّابٞ ﴿ "amat taat," sebagai pe-ngamalan terhadap Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰجِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُۥ وَٱلطَّيۡرَۖ ﴿ "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud." (Saba`: 10). Itu adalah karunia Allah kepadanya yakni kekuatan dalam ibadah.
(20) Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya kepada beliau, yaitu kerajaan agung, seraya berfirman, ﴾ وَشَدَدۡنَا مُلۡكَهُۥ ﴿ "Dan Kami kuatkan kerajaannya," maksudnya, Kami mengokohkannya dengan apa-apa yang Kami anugerahkan kepadanya, seperti ber-bagai fasilitas, banyaknya jumlah pasukan dan perlengkapan yang dengannya Allah menguatkan kerajaannya. Kemudian Allah me-nyebutkan karuniaNya yang lain kepada beliau berupa ilmu, seraya berfirman, ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡحِكۡمَةَ ﴿ "Dan Kami berikan kepadanya hikmah," mak-sudnya, kenabian dan ilmu yang agung, ﴾ وَفَصۡلَ ٱلۡخِطَابِ ﴿ "dan kebijak-sanaan dalam menyelesaikan perselisihan," yakni pertikaian dan per-selisihan di antara manusia.