Adapun dinding rumah yang aku perbaiki dan yang engkau ingkari perbaikannya maka ia adalah milik dua anak kecil di kota yang kita datangi dan ayah mereka sudah wafat, sedangkan di bawah dinding itu terdapat harta peninggalan ayah mereka untuk mereka berdua. Ayah mereka berdua adalah orang saleh, sehingga Tuhanmu -wahai Musa- menghendaki agar keduanya mencapai usia dewasa dan besar, lalu mengeluarkan harta mereka yang tersimpan di bawah dinding tersebut, sebab apabila dinding tersebut roboh niscaya harta yang tersimpan tersebut akan terlihat dan kemungkinan akan hilang. Sungguh pengaturan ini merupakan rahmat dari Tuhanmu atas mereka, adapun yang kuperbuat maka bukanlah atas kehendakku sendiri. Itulah keterangan dan maksud perbuatan-perbuatanku yang engkau tidak sanggup bersabar terhadapnya."